Kamis, 09 Oktober 2014

Perilaku Etika Dalam Bisnis

         Etika bisnis merupakan suatu rangkaian prinsip/aturan/norma yang harus diikuti apabila menjalankan bisnis. Etika bisnis terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha (bisnis). Kebenaran disini yang dimaksud adalah etika standar yang secara umum dapat diterima dan diakui prinsip-prinsipnya baik oleh masyarakat, perusahaan dan individu. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku.

Faktor yang mempengaruhi perilaku bisnis
1. Physical, seperti kualitas air dan udara, kemananan.
2. Moral, kebutuhan akan kejujuran (fairness) dan keadilan (equity)
3. Bad Judgement, kesalahan operasi, kompensasi eksekutif

4. Activist Shareholder, shareholder etis, konsumen, dan environmentalist

Dua pandangan tanggung jawab sosial :
1. Pandangan klasik : tanggung jawab sosial adalah bahwa tanggung jawab sosial manajemen hanyalah memaksimalkan laba (profit oriented)
Pada pandangan ini manajer mempunyai kewajiban menjalankan bisnis sesuai dengan kepentingan terbesar pemilik saham karena kepentingan pemilik saham adalah tujuan utama perusahaan.
2. Pandangan sosial ekonomi : bahwa tanggung jawab sosial manajemen bukan sekedar menghasilkan laba, tetapi juga mencakup melindungi dan meningkatkan kesejahteraan sosial
Pada pandangan ini berpendapat bahwa perusahaan bukan intitas independent yang bertanggung jawab hanya terhadap pemegang saham, tetapi juga terhadap masyarakat.
Perilaku bisnis terhadap etika

KESALING – TERGANTUNGAN ANTARA BISNIS DAN MASYARAKAT
Pelaku bisnis dituntut untuk peduli dengan keadaan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk “uang” dengan jalan memberikan sumbangan, melainkan lebih kompleks lagi. Artinya sebagai contoh kesempatan yang dimiliki oleh pelaku bisnis untuk menjual pada tingkat harga yang tinggi sewaktu terjadinya excess demand harus menjadi perhatian dan kepedulian bagi pelaku bisnis dengan tidak memanfaatkan kesempatan ini untuk meraup keuntungan yang berlipat ganda. Jadi, dalam keadaan excess demand pelaku bisnis harus mampu mengembangkan dan memanifestasikan sikap tanggung jawab terhadap masyarakat sekitarnya. Tanggung jawab sosial bisa dalam bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitarnya, terutama dalam hal pendidikan, kesehatan, pemberian latihan keterampilan, dll.

Etika Bisnis Dalam Akuntansi
Seorang akuntan di Indonesia diatur oleh suatu kode etik profesi dengan nama kode etik Ikatan Akuntan Indonesia. Kode etik Ikatan Akuntan Indonesia merupakan tatanan etika dan prinsip moral yang memberikan pedoman kepada akuntan untuk berhubungan dengan klien, sesama anggota profesi dan juga dengan masyarakat. Selain dengan kode etik akuntan juga merupakan alat atau sarana untuk klien, pemakai laporan keuangan atau masyarakat pada umumnya, tentang kualitas atau mutu jasa yang diberikannya karena melalui serangkaian pertimbangan etika sebagaimana yang diatur dalam kode etik profesi.

Kesimpulan:
Etika bisnis terkait dengan masalah penilaian terhadap kegiatan dan perilaku bisnis yang mengacu pada kebenaran atau kejujuran berusaha (bisnis). Yang merupakan suatu etika standar yang diakui masyarakat, perusahaan dan individu.

Sumber:
- http://igamuhammad.blogspot.com/2013/10/perilaku-etika-dalam-bisnis.html
- http://www.academia.edu/4501901/2_PERILAKU_ETIKA_DALAM_BISNIS
- http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/perilaku-etika-dalam-bisnis/
- http://valiani-softskill.blogspot.com/2013/10/perilaku-etika-dalam-bisnis_4.html
- http://riyanikusuma.wordpress.com/2013/10/30/perilaku-etika-dalam-bisnis/
- http://winasr.blogspot.com/2013/10/perilaku-etika-dalam-bisnis.html

Rabu, 08 Oktober 2014

Pendahuluan Etika Sebagai Tinjauan

Pengertian Etika
Etika dalam bahasa Yunani Kuno: 'Ethikos' berarti timbul dari kebiasaan, yaitu sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral.

Menurut para ahli, etika adalah aturan perilaku, adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya serta menegaskan yang baik dan yang buruk. Berikut akan dipaparkan mengenai pengertian etika berdasarkan pendapat para ahli.

a.    Drs. O.P. Simorangkir, etika atau etik dapat diartikan sebagai pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai baik.
b.    Drs. Sidi Gajabla dalam sistematika filsafat mengartikan etika sebagai teori tentang tingkah laku, perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk sejauh yang dapat ditentukan oleh akal.
c.    Drs. H. Burhanudin Salam berpendapat bahwa etika merupakan cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma yang menentukan perilaku manusia dalam hidupnya.
d.   Kamus Besar Bahasa Indonesia ( 1995 ), etika adalah nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
e.    Maryani dan Ludigdo, etika merupakan seperangkat aturan, norma atau pedoman yang mengatur perilaku manusia, baik yang harus dilakukan maupun yang harus ditinggalkan yang dianut oleh sekelompok atau segolongan masyarakat atau profesi.
f.     Ahmad Amin mengungkapkan bahwa etika memiki arti ilmu pengetahuan yang menjelaskan arti baik atau buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan yang harus dicapai oleh manusia dalam perbuatan dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat oleh manusia.
g.    Soegarda Poerbakawatja mengartikan etika sebagai filsafat nilai, pengetahuan tentang nilai – nilai, ilmu yang mempelajari soal kebaikan dan keburukan di dalam hidup manusia terutama mengenai gerak – gerik pikiran dan rasa yang merupakan pertimbangandan perasaan sampai mengenai tujuan dari bentuk perbuatan.
Dua macam Etika:
1. Etika Deskriptif adalah etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan prilaku manusia serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Artinya, etika deskriptif berbicara mengenai fakta secara apa adanya.
2. Etika Normatif adalah etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang idel dan seharusnya dimiliki manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidupnya.
Prinsip-Prinsip Etika
1. Prinsip Keindahan, prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. contohnya: dalam hal berpakaian, penataan ruang, dan lain-lain yang membuat dirinya semakin giat melakukan suatu hal.
2. Prinsip Persamaan, setiap manusia pada hakikatnya memiliki hak dan tanggung jawab yang sama, sehingga muncul tuntutan terhadap persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, persamaan ras, serta persamaan dalam berbagai bidang lainnya. Prinsip ini melandasi perilaku yang tidak diskrminatif atas dasar apapun.
3. Prinsip Kebaikan, prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya.
4. Prinsip Keadilan, pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.
5. Prinsip Kebebasan, kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain. Oleh karena itu, setiap kebebasan harus diikuti dengan tanggung jawab sehingga manusia tidak melakukan tindakan yang semena-mena kepada orang lain. Untuk itu kebebasan individu disini diartikan sebagai:
     * Kemampuan untuk berbuat sesuatu atau menentukan pilihan
     * Kemampuan yang memungkinkan manusia untuk melaksanakan pilihannya tersebut
     * Kemampuan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kesimpulan:
Etika merupakan kebiasaan untuk mempelajari suatu nilai atau kualitas yang baik dan benar. Juga
sebuah pedoman dan acuan yang mengatur perilaku mannusia mengenai hal yang baik dan tidak baik.


Sumber:
- http://yogapermana094.blogspot.com/
- http://id.wikipedia.org/wiki/Etika
- http://www.pengertianahli.com/2013/10/pengertian-etika-menurut-para-ahli.html
- http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/prinsip-prinsip-etika-2/
- http://dianavia.blogspot.com/2011/10/prinsip-prinsip-etika-bisnis.html

Kamis, 19 Juni 2014

Tugas Bahasa Inggris Bisnis 2 #tugas keempat

RELATIVE CLAUSE

Excercise: 37
1. The last record which produced by this company became a gold record.
2. Checking accounts which require a minimum balance are very common now.
3. The professor whom you spoke yesterday is not here today.
4. John whose grades are the highest in teh school has received a scolarship.
5. Felipe bought a camera which has three lenses.
6. Frank is the man whom e are going to nominate for the office of treasurer.
7. The doctor is with a patient whose leg was broken in an accident.
8. Jane is the woman who is going to China next year.
9. Janet wants a typewriter which self-corrects.
10. This book whom I found last week contains some useful information.
11. Mr. Bryant whose team has lost the game looks very sad.
12. James wrote an article whose indicated that he dislike the president.
13. The director of the program who graduated from Harvard University is planning to retire next year.
14. This is the book whom I have been looking for all year.
15. William whose brother is a lawyer wants to become a judge.


Exercise: 38
1. George is the man chosen to represent the committee at the convention.
2. All of the money accepted has already been released.
3. The papers on the table belong to Patricia.
4. The man brought to the police station confessed to the crime.
5. The girl drinking coffee is Mary Allen.
6. John's wife a professor, has written several papers on this subject.
7. The man talking to the policeman is my uncle.
8. The book on the top shelf is the one that I need.
9. The number of students counted is quite high.
10. Leo Evans a doctor, eats in this restaurant every day.


#ARTICLE
RELATIVE CLAUSE

Defining Relative Clauses

Defining relative clauses (also called identifying relative clauses or restrictive relative clauses) give detailed information defining a general term or expression. Defining relative clauses are not put in commas.
Imagine, Tom is in a room with five girls. One girl is talking to Tom and you ask somebody whether he knows this girl. Here the relative clause defines which of the five girls you mean.
Do you know the girl who is talking to Tom?
Defining relative clauses are often used in definitions.
A seaman is someone who works on a ship.
Object pronouns in defining relative clauses can be dropped. (Sentences with a relative clause without the relative pronoun are called Contact Clauses.)
The boy (who/whom) we met yesterday is very nice.

Non-Defining Relative Clauses 

Non-defining relative clauses (also called non-identifying relative clauses or non-restrictive relative clauses) give additional information on something, but do not define it. Non-defining relative clauses are put in commas.
Imagine, Tom is in a room with only one girl. The two are talking to each other and you ask somebody whether he knows this girl. Here the relative clause is non-defining because in this situation it is obvious which girl you mean.
Do you know the girl, who is talking to Tom?
Note: In non-defining relative clauses, who/which may not be replaced with that.
Object pronouns in non-defining relative clauses must be used.
Jim, who/whom we met yesterday, is very nice.

How to Shorten Relative Clauses?

Relative clauses with who, which, that as subject pronoun can be replaced with a participle. This makes the sentence shorter and easier to understand.
I told you about the woman who lives next door. – I told you about the woman living next door.
Do you see the cat which is lying on the roof? – Do you see the cat lying on the roof?

Sumber; http://www.ego4u.com/en/cram-up/grammar/relative-clauses